Jumat, 20 April 2012

Di Negara Maju, SMS Makin Ditinggalkan


Maraknya penggunaan aplikasi pesan instan, seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger (BBM), dan Skype mencaplok lahan pesan pendek alias SMS.

Dalam tren komunikasi yang dipaparkan regulator telekomunikasi Belanda, OPTA, Senin, 14 November 2011, menunjukkan penurunan yang signifikan dalam lalu lintas SMS yang dikirim di Belanda pada periode enam bulan pertama di tahun 2011 dibandingkan enam bulan sebelumnya.

Operator terbesar di Negeri Kincir Angin itu, KPN, juga melaporkan penurunan volume SMS dari selama beberapa kuartal terakhir.

Satu alasan yang membuat SMS tidak populer lagi karena terjadi "perubahan perilaku pelanggan."

Pemandangan serupa juga disampaikan Wireless Intelligence. Lembaga yang memonitor pergerakan operator seluler di seluruh dunia ini juga mengidentifikasi pada periode yang sama, jumlah pengguna layanan SMS juga menurun di beberapa negara, seperti Prancis, Irlandia, Spanyol dan Portugal.

Mengutip data OPTA, jumlah SMS yang dikirim di Belanda sejak Januari-Juni 2011 sebanyak 5,7 miliar. Angka ini turun 2,5 persen dari volume SMS sepanjang Juli-Desember 2010 yang mencapai 5,9 miliar SMS. Meskipun mengalami penurunan jumlah, terjadi sedikit peningkatan pendapatan SMS sebesar 0,6 persen atau 378 euro.

Artinya, saat ini operator seluler harus memperhatikan layanan paket data yang dianggap lebih penting bagi pelanggan mereka.

Dengan melonjaknya penggunaan layanan data, otomatis pendapatan yang diraih dari "kantong" ini meningkat.

Masih menurut data OPTA, total pendapatan dari layanan data tumbuh 16 persen atau sekitar 405 euro.

Soal volume layanan data yang dipakai, OPTA membandingkan 1 megabita setara dengan satu SMS. Adapun besaran traffik data selama paruh pertama tahun ini tumbuh 24 persen menjadi 5,9 miliar megabita.




SUMBER



Selengkapnya...

7 Ketakutan Teraneh di Dunia

Fobia (phobia) adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya.

ketakutan aneh

Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara dibayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
Beberapa fobia paling aneh di dunia seperti dikutip dari blindloop adalah sebagai berikut.
Vestiophobia - takut pakaian
Individu yang mengalami ketakutan pada pakaian terbuat dari kain. Namun, penderitanya bukanlah seorang nudis. Mereka biasanya memakai pakaian yang sangat longgar serta memiliki pengalaman buruk yang berhubungan dengan pakaian. Sebagai contoh, alergi terhadap beberapa jenis kain atau ketentuan agama yang sangat ketat menyebabkan terjadinya vestiphobia. Vestiophobia dapat disembuhkan melalui terapi bicara, terapi menyelami ketakutan, hypnotherapy dan sebagainya.
Pentheraphobia - fobia terhadap ibu mertua
Pentheraphobia adalah ketakutan irasional dan berlebihan seseorang terhadap ibu pasangan atau mertua akibat pengalaman buruk di masa lalu.
Motorphobia - takut mobil
Individu yang menderita fobia ini takut terhadap semua jenis kendaraan. Pada awal penyembuhan, pasien biasanya akan merasa panik dan menolak saat diminta membersihkan mobil atau kendaraan. Pengobatannya melalui terapi energi.
Trichophobia - takut rambut
Penderita Trichophobia akan merasa sangat jijik dan takut saat melihat rambut yang rontok pada pakaian atau tempat lain. Pasien ini bisa berteriak-teriak histeris melihat rambut yang berceceran.
Ephebiphobia - takut remaja
Ini adalah ketakutan melihat remaja. Penderitanya menghindari bioskop, taman, mal serta tempat yang biasanya ditemukan banyak remaja. Biasanya penderita memilih tinggal dalam rumah.
Scopophobia - takut dilihat orang
Penderita fobia ini merasa ketakutan intens pada orang yang menatapnya. Mereka cenderung menghindri tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan.
Vomitophobia - takut muntah
Vomitophobia adalah ketakutan irasional akan muntah atau berada di sekitar orang lain yang muntah. Untuk menghindari ketakutan ini, Vomitophobia cenderung menghindari makan di luar, bersosialisasi dan pergi ke pesta.



SUMBER



Selengkapnya...

Organ-Organ Mental di Otak: Biologi dibalik Kejiwaan Manusia



 Organ mental adalah sifat dasar dari organisasi otak manusia dan pikiran yang muncul darinya. Ketika kita memikirkan tentang anatomi otak, kita memikirkan struktur seperti lobus frontal, korteks serebral, serebelum, talamus, sistem limbik, pons, atau daerah Broca. Organ mental adalah bentuk lain anatomi otak yang tidak terlihat mata telanjang, namun memiliki hubungan dasar dengan organisasi pikiran manusia.

Pikiran manusia dipopulasi oleh lusinan organ mental (mungkin secara total lebih dari seratus). Berikut akan dijelaskan mengenai selusin organ mental utama. Organ mental sendiri adalah: populasi sel syaraf yang memiliki reseptor neurotransmitter spesifik (dalam keluarga reseptor terkopel Gprotein, atau Gprotein coupled receptors, GPCR), seperti serotonin-7, histamin-1, atau alpha-2C. Ada setidaknya tiga ratus GPCR terekspresikan dalam otak manusia. Walau begitu, organ mental individual sering terdiri dari sekelompok reseptor yang berkaitan dekat. Mungkin ada separuh lebih banyak organ mental daripada reseptor. Organ mental berbeda memfasilitasi berbagai domain pengalaman manusia. Daftar berikut merupakan seperangkat hipotesis yang diajukan Thomas S. Ray mengenai fungsi mental yang dimediasi oleh selusin organ mental.

1. Serotonin-7
Kognitif, kesadaran orang dewasa, berlaku baik untuk muatan kognitif (logika, nalar) maupun afektif (perasaan, emosi); menciptakan teater kesadaran; tempat untuk fantasi, imajinasi, dan teori. Ketika diperkuat, dapat menciptakan rasa kemewahan, gemerlapan, keagungan, kejayaan, transedensi, sesuatu yang lebih besar, kosmik, agung, dan Tuhan. Saat kesadaran dperkuat, muatan kesadaran menjadi lebih berujud, beresolusi tinggi, dan mulai dipersepsi seolah lewat kelima indera. Pada titik kritis, kita melewati cakrawala peristiwa mental, saat muatan kesadaran menjadi lebih penting daripada realitas aktual. Pada titik ini, sebuah big bang mental terjadi. Kita keluar dari ruang dan waktu aktual dan memasuki ruang dan waktu yang diciptakan oleh pikiran, dimana pikiran menciptakan realitas alternatif. Kesadaran adalah sistem generatif, mampu menciptakan dunia dan alam semesta. Sifat generatif ini adalah basis dari kehendak bebas.

2. Kappa
Afektif, kesadaran anak-anak, hanya mengandung muatan afektif. Banyak yang dikatakan tentang serotonin-7 berlaku disini, kecuali kappa adalah sistem yang sepenuhnya afektif, sehingga muatan kesadaran memiliki kualitas yang sangat berbeda. Kesadaran Kappa menciptakan representasi kompleks, halus, dan kaya dari dunia yang dibuat sepenuhnya dari perasaan.

3. Serotonin-1
Kognisi murni: logika, nalar, konsep, pemikiran, bahasa. Tidak menghasilkan perasaan, hanya dapat dideteksi oleh tugas kognitif yang intensif.

4. Serotonin-2
Ego? Penyaringan, inhibisi, dan proteksi dinamis. Memberikan penyaringan saat-ke-saat dinamis pada akses ke kesadaran, dapat memfokuskan perhatian. Aktivasi serotonin-2 menutup gerbang menuju kesadaran, sementara penghambatan serotonin-2 membuka gerbang ke kesadaran. Mungkin terlibat dalam integrasi.

5. Cannabinoid-1
Ego? Penyaringan, inhibisi, dan proteksi jangka panjang. Sebuah sistem kekebalan mental, salah satu yang berfungsi memberikan perlindungan jangka panjang selektif melawan kemunculan kembali keadaan mental intens, apapun etiologinya (spontan atau disebabkan narkotika), dengan memblokir secara selektif akses pada kesadaran. Fungsi lain dari sistem kekebalan mental adalah menghasilkan himpunan organ mental yang proporsional pada saat dewasa, dengan menipiskan akses ke kesadaran dari organ mental yang terekspresi berlebih. Saat kita dewasa, sistem cannabinoid secara bertahap, progresif, dan permanen (setidaknya beberapa tahun) memblokir akses pada kesadaran dari banyak sistem, khususnya organ mental afektif. Sistem cannabinoid mungkin berkoordinasi dengan serotonin-2, untuk melakukan dalam bingkai waktu panjang, apa yang dilakukan serotonin-2 secara dinamis. Sistem cannabinoid dapat beroperasi lewat potensiasi jangka panjang fungsi penyaringan sistem serotonin-2.

6. Sigma
Id? Hati dan jiwa kita, inti keberadaan kita, naluri diri inti. Tampaknya merupakan domain yang sepenuhnya afektif. Mungkin pengamat (bila ada) dari muatan teater kesadaran. Lokasi dari emosi dasar (marah/amukan, takut, senang, sedih, terkejut, dan muak). Lokasi dari ingatan afektif biografis. Sangat sensitif pada rasa nyaman dan rasa sakit. Perlu perlindungan dari serotonin-2 dan sistem cannabinoid. Naluri diri yang kuat. Sepenuhnya murni, melihat afeksi, kegandaan, dan topeng yang dipakai orang lain, sementara tidak memasang miliknya sendiri. Terhubung secara intim dengan tubuh. Dapat mampu menyebabkan masalah psikosomatis seperti sakit kronis.

7. Mu
Naluri kenyamanan, keamanan, perlindungan; disipasi rasa sakit, lapar, tegang, takut, frustasi, trauma, dan agresi. Peran utamanya mungkin penenangan janin dan bayi.

8. Beta
Naluri rumah, keluarga, komunitas, masyarakat, kemanusiaan, dan sifat manusia, yang menunjukkan kebijaksanaan dan memberikan kompas moral dalam urusan manusia; naluri kegembiraan, kesenangan, elegan, kemewahan; perasaan anggur yang lembut; perasaan musim ketika semua buah masak; perasaan keramaian di jalan; perasaan asap dari cerobong ketika memasak makan malam; kegembiraan saat memasak. Naluri estetika.

9. Imidazoline
Rasa sayang, pengampunan (atas orang lain atau diri sendiri; bukan konsep atau gestur pengampunan, namun pelepasan sesungguhnya rasa marah, dendam, rasa bersalah, atau malu dari dalam diri), penyembuhan, kebaikan dengan hati terbuka, altruisme, empati, cinta platonis.

10. Alpha-2
Naluri esensi atau ruh dari segalanya. Ingatan atas materi biografis yang penting secara emosional (esensi afektif diri seseorang). Naluri estetika.

11. Histamine
Teori pikiran (Theory of Mind – ToM) afektif, membangun representasi yang bertahan pada domain afektif (hati dan jiwa) hubungan dekat, seperti anggota keluarga dekat (namun juga berlaku pada bukan keluarga). ToM tidak secara eksklusif terkonstruksi saat mengawang (on-the-fly). Untuk setiap orang, kita membangun model domain afektif mereka, yang disimpan dan diperhalus dengan setiap interaksi. Untuk hubungan dekat ia menumpuk sebuah model atau representasi lengkap, dari domain afektif mereka. Kita memegang hati dan jiwa mereka di dalam diri kita, bahkan setelah mereka mati. Sebagian dari mereka menjadi bagian dari siapa diri kita. Semakin sering kita berinteraksi dengan mereka, semakin lengkap kita memegangnya. Sensibilitas seksual luar biasa. Naluri estetika.

12. Dopamine
Super-ego? Makna, keberartian, pemahaman, emosi dan mood mendalam (baik positif dan negatif, surga atau neraka); kekaguman, kepastian, sentimen agama; naluri estetika. Membangun mentasi penting sepanjang spektrum, dan dengan cara ini dapat memodulasi pengaruh mentasi pada perilaku.
Setiap organ mental memediasi sebuah domain pengalaman manusia dengan kedalaman dan keluasan besar. Thomas S. Ray melabel masing-masing dengan beberapa kata, yang sesuai dengan domain tersebut, namun tidak menjelaskan kekayaan, kedalaman, atau keluasan dari domain mental yang dimediasi setiap organ.
Organ mental individual tersebut adalah entitas fisik nyata, sama seperti jantung dan paru-paru, namun mereka memiliki sifat topologis berbeda karena terdiri dari populasi sel syaraf yang terajut membentuk jaringan. Populasi sel yang menyusun organ mental mungkin sejalan dengan definisi “jaringan” berdasarkan pola ekspresi gen, dimana mereka mengekspresikan gen dari reseptor yang bersesuaian.
Walau begitu, organ mental tidak harus memiliki kohesivitas fisik yang kita asosiasikan dengan organ biasa, seperti hati, atau ginjal. Secara teoritis mungkin untuk satu sel syaraf menjadi komponen dari lebih dari satu organ mental; atau bagi sebuah organ mental untuk terdiri dari berbagai jenis populasi sel syaraf, tidak satupun yang berhubungan dengan sel syaraf lain dalam organ tersebut.
Di sisi lain, populasi sel syaraf yang menyusun sebuah organ mental dapat memiliki badan sel mereka seluruhnya tergumpal seperti ditemukan dalam raphe nuclei, sebuah gumpalan sel syaraf yang melepaskan serotonin. Walau demikian, organ mental tidak didefinisikan oleh neurotransmitter apa yang mereka lepaskan, namun oleh reseptor neurotransmitter (GPCR) apa yang mereka miliki di permukaannya.
Seperti halnya individu dapat berbeda ukuran dan tampilan seperti telinga, hidung, dada, dan tangan, derajat perkembangan dan ekspresi organ mental individual berbeda secara dramatis antar individu manusia. Karenanya setiap individu memiliki pola ekspresi atau proporsi yang unik dari perangkat penuh seratus atau lebih organ mental. Thomas S. Ray menyebut pola individual ini sebagai kepribadian modulatoris. Kepribadian modulatoris sama uniknya dan beranekanya seperti wajah manusia, mungkin lebih beragam lagi, dan mungkin menjadi dasar dari apa yang kita sebut karakter, temperamen, dan kepribadian. Kepribadian modulatoris ekstrim dapat menghasilkan individu luar biasa, namun dapat juga patologis, dan menghasilkan gangguan mental.

Sumber
Ray, T.S. 2011. Future Minds, Mental Organs, and Ways of Knowing. Dalam Evolution Haute Couture: Art and Science in the Postbiological Age. Bulatov, D (ed). Kaliningrad: NCCA
Referensi lanjut
Borg, J., Andree, B., Soderstrom, H. & Farde, L. 2003. The serotonin system and spiritual experiences. Am. J. Psychiatry 160, 1965-1969
Sarno, J. E. 2006. The Divided Mind. New York: Harper Collins



SUMBER



Selengkapnya...

Pandangan (Sikap) Seorang Muslim Tentang Valentine Days

Benarkah Valentine Days hanya kasih sayang belaka ?

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)

Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki (dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

SEJARAH VALENTINE

Sungguh merupakan hal yang ironis (menyedihkan / tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN MUSLIM TENTANG VALENTINE

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w: 
“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :
“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.

1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.



2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.

4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.

Pendapat Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia)  :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..


SUMBER



Selengkapnya...

Hidup di Pedalaman Kalimantan dalam Setengah Milenium

 

Berikut sumbangan dari teman. Tulisan ini diberikan beliau pada jadwal menulis di lembaga pengkajian.

Kalimantan adalah sebuah dunia dengan kebudayaan eksotis, hutan-hutan rimba yang lebat, dan potensi tambang yang berharga. Banyak mitos mengelilingi pulau ini, dan banyak pula temuan tak terduga yang mengundang decak kagum. Baru-baru ini kita dikejutkan penemuan gajah Kalimantan, beberapa fauna unik tiada banding di dunia, dan berita pembantaian orangutan. Berikut akan saya ceritakan bagaimana kehidupan di pedalaman Kalimantan dari masa ke masa.

Tahun 2003
Pernah beberapa tahun lalu saya diajak teman saya mengunjungi orang tuanya di sebuah desa pedalaman Kabupaten Landak. Kami berangkat pagi hari dari Pontianak menggunakan sepeda motor, dan melintasi jalan raya yang biasa.
Sekitar tengah hari, kami sampai di sebuah daerah pedesaan di pedalaman Ngabang, terletak dengan indahnya di sebuah dataran tinggi pegunungan, dan mempersembahkan pemandangan pegunungan di pedalaman Kalimantan ini. Di sini saya bisa melihat kehidupan masyarakat yang jauh berbeda dengan di Jawa. Babi dan anjing mudah ditemukan di pinggir dan bahkan di tengah jalan raya. Kadang kami berpapasan dengan beberapa anak  berseragam sekolah dengan tanpa memakai sendal, berjalan mendaki dan menuruni bukit dengan kiri-kanannya hutan lebat. Turun dari bukit ini, kami melihat ibu-ibu menggendong keranjang khas, tampak tangguh menyisir jalan raya. Melihat pemandangan kiri kanan sangat menyenangkan. Beberapa pohon besar dibawahnya diletakkan sesajen, terletak rapi di kaki pohon, dan kadang tertutup belukar, pertanda tidak pernah diganggu sejak diletakkan di sana. Beberapa pohon raksasa yang sangat tinggi, lurus sempurna, dan berkulit licin, serta tanpa sebuah dahan pun sampai ketinggian setidaknya 20 meter. Pohon besar ini ibarat sebuah air mancur atau kembang api yang muncul dari dasar hutan, atau sebuah sulur yang setengah mati mencoba menggapai udara dari sesaknya rimba, hingga akhirnya berteriak terbebas sambil melontarkan semua kegembiraannya ke segala arah begitu lepas dari kanopi pohon tertinggi di hutan tersebut.
Menjelang sore kami tiba di sebuah kebun sawit, terletak di ujung jalan kerikil dan berliku-liku, tetapi dipagari oleh sungai berbatu di kiri dan rumah di selingi pohon buah di kanan. Desa asal temanku berada di belakang kebun sawit tersebut. Jalan masuk ke desa harus menembus kebun sawit dan sebuah jalan dari lumpur kuning membentang untuk siap kami lewati. Jalan masuk ini terlihat kolosal dengan dindingnya terbuat dari bukit yang dibelah. Jika diperhatikan dengan teliti, terlihat lengkung-lengkung bekas permukaan air dalam potongan bukit tersebut, menggambarkan sejarah geologis yang panjang dari daerah ini.
Menelusuri jalan lumpur kuning menuju rumah merupakan pekerjaan yang sangat berat. Sepeda motor kami terbenam berkali-kali hingga ke mesin. Ketika kami harus turun, lumpur menelan kaki kami hingga ke lutut. Tetapi beberapa penduduk setempat, dengan motor, juga tampak tak terlalu merasa kesusahan melewati jalan ini. Bagaimana para pekerja sawit melewati jalan ini, pikirku. Dan jawabannya segera muncul, sebuah traktor besar melintasi mengangkut sekitar 20 orang karyawan, kebanyakan perempuan, lewat dengan gagah, menembus lumpur dan menyisakan bekas ban yang dapat ditelusuri para pengendara motor seperti kami, sesaat sebelum bekas tersebut tertelan lumpur kembali.
Entah berapa panjang jalan ini, karena di kiri kanan selalu sama, pohon sawit yang masih muda, menghiasi perbukitan, dan sesekali rawa hitam yang memberikan kesan misterius. Sempat diperjalanan kami berpapasan dengan buldoser besar sedang membabat hutan dengan angkuh. Ada juga banyak bekas tunggul dan beberapa mobil strada, sebuah pick up besar buatan Jerman dengan roda kekar melewati kami. Beberapa mobil ini diadaptasi menjadi semacam angkot, dan selain traktor besar tadi, mobil inilah tampaknya transportasi masyarakat keluar masuk desa tanpa harus terbenam di lumpur tebal.
Segera setelah melewati perumahan karyawan, kami berjumpa dengan jalanan yang mulai biasa. Jalan setapak dari tanah dengan beberapa titian bambu untuk melintasi sungai kecil berbatu. Di seberang terdapat jalan yang cukup besar dengan kiri kanannya menjuntai bambu besar dan sesekali pula pepohonan.
Jauh di sore hari kami mencapai desa temanku, terletak di bagian paling ujung kebun sawit, dihimpit oleh sungai yang cukup besar dan hutan rimba. Desanya lega, bersih dan nyaman, banyak anak-anak berlarian, para pemuda, dan orang-orang tua. Aroma ini semakin semarak dengan banyaknya hewan ternak yang berkeliaran bebas di jalan desa: babi, sapi, ayam, anjing, kambing, bahkan beberapa ekor ular kecil dapat saya temukan di wilayah desa ini. Penduduknya sangat ramah dan rumah-rumah mereka cukup kecil, masing-masing menampung satu keluarga. Tidak ada listrik di sini, satu-satunya rumah berlistrik adalah rumah kepala desa, itupun dinyalakan sekitar jam 6 hingga 9 petang. Saat ini, warga sekitar desa akan datang berkunjung dan menonton televisi beramai-ramai.
Pada pagi hari, akan ada banyak orang dewasa pergi ke kebun sawit. Pekerjaan mereka sekarang adalah menjadi buruh kelapa sawit. Banyak di antara mereka adalah para mandor yang jabatannya cukup tinggi di kalangan buruh. Tampaknya perusahaan memberdayakan masyarakat sekitar untuk menjamin keamanannya dan mengimpor buruh kelas terbawah dari luar daerah, sehingga tidak ada kecemburuan ekonomi di wilayah ini.
Sungai yang berada di desa ini sangat menyegarkan. Airnya kehitaman, dengan batu-batu kecil di dasarnya. Air yang deras menyulitkan saya untuk berenang, namun tidak bagi anak-anak kecil yang dengan sangat gembiranya berlompatan bermain hingga ke tengah sungai, tanpa takut hanyut terbawa arus. Di ujung sungai yang terlihat di desa ini, terdapat sebuah daerah gelap yang memunculkan nuansa kengerian. Airnya hitam pekat, selain karena sifat dasar airnya, juga karena bayangan dari pohon-pohon lebat dan dahan-dahan yang menjuntai menutupi langit di atas air di wilayah tersebut. Tidak ada yang berani berenang ke sana, tetapi beberapa sampan milik warga sekitar sesekali menerobosnya dan lenyap dalam kegelapan rimba. Mungkin di seberang sana ada sebuah muara menuju sungai yang lebih besar, tetapi tidak adanya sampah dan segarnya air membuat saya betah berendam di sungai ini, melebihi siapapun yang mandi di sana saat itu.
Keanekaragaman hayati yang ada di sini mencerminkan sebuah pergulatan besar. Setiap jengkal tanah yang ada, dimakan oleh berbagai jenis tumbuhan, saling mencekik dan menginjak, berjuang mencapai udara tertinggi. Dalam rimba di pinggiran desa, kita dapat menyaksikan indahnya anggrek bulan berjuntaian, namun juga dapat melihat seramnya pohon yang tumbuh di atas dahan pohon lain. Akarnya menjulur mengejar tanah, rantingnya menusuk pohon tempatnya berpijak, dan kanopinya mendorong terus ke atas mengejar atmosfer. Ada sebuah kemiripan nyata antara pola persaingan antara pepohonan dengan bangunan-bangunan kokoh buatan manusia di kota. Istilah hutan rimba dapat dipertukarkan dengan kota rimba, dan prinsipnya tetap berlaku, perebutan lahan yang sempit dengan menjulangkan diri ke udara setinggi-tingginya. Jika di hutan rimba anda melihat banyak semut dan serangga aneka jenis berjalan menelusuri lantai hutan dan mendaki batang pohon raksasa, maka di kota rimba, anda melihat banyak manusia dan kendaraan aneka jenis berjalan menelusuri jalan raya dan gang-gang sempit diantara beton-beton menjulang. Saya malah membayangkan kalau setiap pohon di hutan rimba diganti menjadi bangunan dan setiap bangunan di kota buatan manusia diubah menjadi pohon.
Deskripsi di atas menunjukkan bagaimana masyarakat pedalaman di masa modern, setidaknya awal abad ke-21 ini. Jika kita mundur 150 tahun lalu, daerah ini akan lebih tradisional.


Tahun 1853
Alfred Russel Wallace, seorang biologiwan terkemuka dari Inggris telah mendokumentasikan dalam bukunya The Malay Archipelago mengenai bagaimana kehidupan masyarakat lokal Kalimantan. Walaupun gambarannya hanya mengenai wilayah jajahan Inggris di Serawak, hal ini dapat memberikan kepada kita kilasan bagaimana kehidupan masyarakat 150 tahun lalu.
Hutan dataran rendah Kalimantan pada masa itu adalah hutan yang penuh dengan orangutan. Hewan-hewan ini dipandang hama bagi masyarakat sekitar. Masyarakat sendiri umumnya hidup dari berkebun, terutama pohon durian, beternak, dan berladang. Orang utan sering mencuri buah durian di pohon mereka untuk dimakan, dan selalu lebih banyak bagian enak dari buah ini yang dibuang daripada dimakan. Bisa dibayangkan betapa kuatnya orang utan ketika ia mampu mengupas kulit durian tanpa alat, langsung di atas pohonnya. Ketika diusir, mereka dapat menjatuhkan durian muda dan karena pohon durian adalah pohon-pohon besar, hal ini berbahaya bagi siapapun yang ada di bawahnya. Apabila tidak ada buah, maka dahan pohon mereka yang mereka jatuhkan, untuk mengusir manusia.
Saya pernah menuturkan tentang pohon raksasa yang seperti kembang api di hutan tersebut. Wallace menceritakan bahwa masyarakat lokal dapat dengan mudah memanjat pohon tersebut. Masyarakat memanjatnya dengan membuat pasak-pasak yang disambungkan dengan bambu, sehingga menjadi tangga.
Wallace merupakan tokoh yang dihormati karena pekerjaannya adalah berburu orang utan. Sesuai penuturan Wallace, sebagai ucapan terima kasih, ia pernah diberi jamuan makan sebagai hadiah baginya oleh penduduk setempat. Ia diundang di sebuah rumah besar dimana para masyarakat berkumpul di beranda. Beliau di dudukkan di sebuah kursi kehormatan di bawah kanopi dari kain belacu putih dan saputangan berwarna. Dukun akan datang memberikan doa sambil menaburkan beras dari mangkuk di tangannya. Beberapa gong besar di pukul dan tarian setempat diperagakan.
Wallace tinggal di sebuah rumah bundar di desa ini. Beliau tidur dengan nyaman, sementara setengah lusin tengkorak manusia tergantung di atas kepalanya. Tengkorak ini diasap kering dan merupakan warisan adat mengayau yang datang dari masa yang lebih tua lagi.
Gambaran singkat di atas hanya satu dari sekian desa yang dikunjungi Wallace dalam petualangannya di Kalimantan. Jika anda tertarik anda dapat membeli buku “Borneo, Celebes, Aru: Menjelajah Kalimantan, Sulawesi & Kepulauan Aru” karangan beliau yang telah diterjemahkan dengan bagus oleh Anna Karina dan diterbitkan oleh Selasar Surabaya Publishing, 2010. Saya merekomendasikan buku ini karena deskripsi dan narasinya yang sangat apik, seolah membawa anda langsung ke pedalaman pulau dan hidup di sana di masa Darwin sedang sibuk menulis On the Origin.

Tahun 1703
Mundur 150 tahun ke belakang, kebudayaan di pedalaman Kalimantan akan berubah dengan cepat. Suku-suku di Kalimantan sebagian hidup dari berburu dan meramu. Masih banyak hewan besar di hutan untuk diburu. Masyarakat lokal membangun rumah panggung tinggi di tengah hutan, tempat dari beberapa puluh orang tinggal dalam satu atap. Di sekitar rumah panggung maupun di beberapa tempat di dalam hutan terdapat jebakan-jebakan untuk hewan yang mencoba masuk. Hewan ini jika terjebak, akan menjadi salah satu makanan bagi masyarakat, selain hewan ternak yang dibiakkan di bawah rumah panggung mereka. Salah satu bentuk jebakan ini adalah tali panjang dengan kalung-kalung dari rotan yang digantungkan rapat. Seorang pemburu di dalam hutan dapat mengejar hewan buruan, biasanya rusa, hingga tersudut dan mencoba kabur lewat lubang melingkar dari rotan tersebut. Seringkali leher mereka terjebak dan akhirnya dapat ditangkap dengan mudah. Dalam waktu tertentu akan diadakan perburuan massal ke dalam hutan.
Dalam waktu yang lebih jarang lagi, dimana terjadi konflik antar suku, akan dijalankan ritual mengayau atau berburu manusia. Selain sebagai resolusi konflik, mengayau juga dapat dijadikan usaha memikat wanita. Seorang pemuda yang ingin melamar seorang gadis dapat menghadiahi mas kawin kepala manusia dari suku lain. Mas kawin semacam ini adalah mas kawin yang paling mahal nilainya karena menunjukkan kalau sang pemuda rela bertaruh nyawa demi sang kekasih.
Hal ini terlebih lagi mengingat perhiasan dan batu-batu mulia bukanlah barang yang sangat langka di Kalimantan. Malahan kata Kalimantan sendiri berasal dari “Kali” dan “Intan” yang merujuk pada kekaguman masyarakat pendatang ketika menemukan masyarakat pedalaman yang rela menukarkan batu berharga ini dengan barang-barang produksi dari luar pulau. Versi Inggris yang menyebut pulau ini sebagai “Borneo” tidak seeksotis Kalimantan, apalagi nama ini berasal dari salah kaprah ketika Inggris mendarat di kerajaan Brunei dan mengira satu pulau ini adalah wilayah kekuasaan kerajaan kecil ini.
Kepala-kepala manusia hasil mengayau kemudian dikeringkan lalu digantung atau dimasukkan ke dalam keranjang. Kepala-kepala ini kemudian dilestarikan dan disimpan di beranda di rumah-rumah yang besar atau digantung di langit-langit rumah bundar.
Ritual mengayau telah lama ditinggalkan di Kalimantan akibat pengaruh eksternal maupun internal. Secara eksternal, penyebab praktek ini ditinggalkan adalah misionaris Kristen dan penjajahan. Di negara bagian Serawak, setidaknya di masa Wallace, hal ini sudah tidak dilakukan lagi, dan tampaknya hal ini disebabkan desakan dari pemerintah Inggris seperti halnya yang mereka lakukan pada praktek Sati di India, yang dipandang bar-bar oleh bangsa Eropa. Di wilayah Indonesia, pemerintah Belanda juga telah melakukan rapat besar para kepala suku dari suku-suku asli di akhir tahun 1800an untuk menghentikan kebudayaan mengayau. Masuknya agama Kristen juga mendorong lenyapnya ritual mengayau dimana darah manusia diganti dengan darah babi sebagai simbolisme atas hal yang sama.

Penutup
Kembali ke masa kini, dalam 450 tahun telah terjadi sebuah perubahan besar dalam pola hidup masyarakat pedalaman Kalimantan, mulai dari berburu, bercocok tanam, hingga industri. Beberapa kebudayaan, seperti kebudayaan Eropa, mengalami transisi ini dalam jangka waktu yang jauh lebih lama, hingga ribuan tahun lamanya. Carl Sagan bercerita tentang bagaimana masalah yang muncul akibat transisi kebudayaan yang terlalu cepat pada suku-suku di negara jajahan Eropa. Pada tahap paling ekstrim, adalah kepunahan suku karena penyakit dan pola hidup yang tidak sesuai dengan daya dukung psikologis masyarakat. Kemampuan masyarakat pedalaman Kalimantan untuk beradaptasi dengan cepat pada perubahan kebudayaan global merupakan keunggulan tersendiri yang pantas untuk dikagumi.



SUMBER



Selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...